Patung Naga di Pantai Kamali
Kawasan untuk fasilitas publik, dengan panorama pantai Bau-Bau
Kawasan untuk fasilitas publik, dengan panorama pantai Bau-Bau
 
Air Bersih

Salah satu kebutuhan dasar manusia adalah air bersih. Yang berbeda jumlah kebutuhannya antara masyarakat di perdesaan dan di perkotaan. Untuk masyarkat di perdesaan menurut standard WHO adalah 80 – 100 L/orang/hari, sementara untuk masyarakat di perkotaan kebutuhannya adalah 100- 120 L/orang/hari. Pemenuhan kebutuhan air bersih (air minum) bagi masyarakat Kota Bau-Bau masih terkendala pada Manajemen PDAM yang sebagian besar pengguna air bersih di Kota Bau-Bau masih dibawah manajemen PDAM Kabupaten Buton. Namun demikian untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kota Bau-Bau Pada tahun 2007 telah dilakukan studi master plan Rencana Induk Penyediaan Air Minum yang diharapkan dapat diimplementasikan bagi pemenuhan kebutuhan air minum bersih masyarakat Kota Bau-Bau. Namun demikian di beberapa untuk masyarakat di kecamatan Sorawolio, Betoambari dan Bungi pemenuhan ketersediaan air bersih telah dibiayai melalui program PNPM-Mandiri – P2KP dan NUSSP.


Melalui kegiatan pembangunan jaringan distribusi sekunder kerumah-rumah masyarakat, pembangunan bak penampung dan pelindung mata air diharapkan selain pemenuhan akan air minum yang bersih juga akan mengeliminir penyakit-penyakit yang bersumber dari air yang tidak berih menurut kesehatan. Program pembangunan sarana dan prasarana air minum / bersih ini diarahkan kepada perluasan jaringan distribusi ke seluruh pelosok perkotaan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat perkotaan sesuai standard baik fisik maupun non fisik. Sejak tahun 2003 sampai dengan tahun 2007 Pemerintah Kota Bau-Bau telah membangun jaringan pipa sepanjang 15.955 m, 2 buah Broncaptering dan Reservoir sebanyak 7 buah. Dengan ketersediaan sumber-sumber air yang tersebar diperkirakan akan mencukupi kebutuhan masyarakat Kota Bau-Bau sampai dengan 15- 30 tahun mendatang dengan asumsi pertambahan penduduk sebesar rata-rata 2 % per tahun dan konservasi terus dilakukan terhadap daerah-daearh sekitar mata air. Sumber-sumber mata air, kemampuan debit air dan persebarannya disajikan pada tabel 2.20 yaitu;

 


Sumber – Sumber Mata Air dan Kapasitasnya di Kota Bau-Bau Tahun 2007 :

No. Nama Sumber Air
( Kali )
Kapasitas
(L/detik )
Prediksi kapasitas/hr (L) Lokasi
Kelurahan /Kecamatan

A. Air permukaan

1.

Bungi

80-100 69.120.000 Kec.Bungi
2.

Kaongke-ongkea

100-120 8.640.000 Gonda Baru/Sorawolio
3.

Bau-Bau

100-120 8.640.000 Membelah Kota Bau-Bau

B. Air Tanah

1.

Koba

60-80 5.185.000 Gonda Baru/ Sorawolio
2.

Pocubu

20-40 1.728.000 Gonda Baru/ Sorawolio
3.

Mata Tanah

60-80 5.184.000 Karya Baru/Sorawolio
4.

Wamembe

60-80 5.184.000 Kalia-Lia/ Bungi
5.

Lakatepi

30-45 2.592.000 Baadia/ Murhum
6.

Sambuana Ladu

30-45 2.592.000 Karya Baru/ Sorawolio
7.

Rumbia

10-20 864.000 Gonda Baru/ Sorawolio
8.

Matapu

10-20 864.000 Karya Baru / Sorawolio
9.

Wamunante

15-40 1.296.000 Waruruma/ Bungi
10.

Kolese

05-15 432.000 Kolese /Bungi
11.

Katopa-Topa

2,5-5 216.000 Bone-Bone/ Murhum
12.

Kmp. Lama Sulaa

2,5- 5 216.000 Sulaa / Betoambari

Sumber : Dinas PU dan Praswil (2008), diolah