Eksotisme Bawah Laut Bau-Bau
Ikan dan Koral serta ekosistem lainnya yang masih terjaga dengan baik
Ikan dan Koral serta ekosistem lainnya yang masih terjaga dengan baik
 
Rabu, 14 Januari 2009
Bau-Bau Peduli Lingkungan

Oleh : Sunaidin Onsowidjono

“ Bintang “ itu bersemayam jauh di balik awan. Namun tidak ada yang tidak mustahil untuk “ Bisa “ digapai. Atas kehendak Tuhan Maha Besar Bau-Bau pasti “ Bisa “ memetik bintang. Cukup sicebol yang malas merindukan bulan diatas batu tanpa pikiran dan kreativitas membangun. Karakter sicebol seperti ini tidak lagi relevan dengan manusia BauBau hari ini yang bersemangat, kreatif, punya prestasi impian dalam semangat pergerakan membangun bangsa.


Upaya pembangunan Bau-Bau diharapkan oleh walikota Bau-Bau untuk disikapi secara arif dan bijaksana dan upaya ini harus maksimal dibarengi dengan semangat kebersamaan dan kearifan lokal. Tugas kita adalah membangun tanpa mengeluh dan dalam kerangka ini, pembangunan berwawasan lingkungan tetap menjadi fokus utama.


Lima tahun lalu Bau-Bau ditetapkan sebagai pintu gerbang ekonomi. Langkah-langkah ini telah dilakukan oleh pemerintah Bau-Bau. Rekomendasi itu adalah melihat berbagai sisi potensi yaitu: Udara, Laut dan Darat sebagai kekuatan pasar dan peluang yang harus ditangkap dengan profesionalitas. Ini adalah potensi yang harus dikelola dengan keterampilan intelektual. Udara, Laut, dan Darat adalah simbol-simbol bermakna ganda disamping makna kehidupan yang paling hakiki.

Betapa tinggi nilai lingkungan ini dalam budaya dan peradaban serta kelangsungan hidup manusia. Goresan-goresan Tuhan ini adalah keindahan dan kekayaan yang tiada tara untuk dimanfaatkan oleh sekalian alam semesta termasuk manusia Bau-Bau. Anugrah Tuhan ini patut kita jaga bukan untuk merusaknya. Bahkan adalah kewajiban setiap ummat untuk terus menjaganya.

     Kondisi kita hari ini adalah kesadaran untuk memperhatikan dan menjaga lingkungan sebagai sumber daya dukung proses pembangunan Bau-Bau demi kelangsungan hidup manusia di dunia khususnya Bau-Bau.
Pengelolaan Daerah aliran sungai ( DAS ) Bau-Bau juga menjadi salah satu titik kosentrasi pemerintah Kota Bau-Bau. Sumber daya ini khususnya kali Bau-Bau memilki potensi hutan dan air adalah sebuah keniscayaan dan harapan kelangsungan kehidupan bangsa ini.

Menurut Walikota Bau-Bau, manfaat kali Bau-Bau harus digali dari sisi Ekologis, Ekonomi, Sosial, dan disamping nilai estetika didalamnya. Sumber-sumber potensi ini adalah anugrah Ilahi yang sangat bermakna untuk membentuk gagasan baru dengan perhitungan keseimbangan lingkungan alam. Harapan beliau, semua ruang termasuk kali Bau-Bau akan terus disiasati dan dimaknai baik berdasar pada kajian ramalan, cerita-cerita lelehur dan fenomena lain disamping masukan kajian akademis. Juga beliau mengharapkan ini adalah tugas kita semua untuk menangkal berbagai kekhawatiran bangsa khususnya degradasi alam dibalik harapan besar nilai-nilai kesejahteraan bangsa.

     Hari ini, 28 November 2008 adalah gerakan Indonesia menanam. Gerakan Indonesia menanam pohon serentak dilakukan hari ini termasuk Bau-Bau di Bukit Wantiro oleh Walikota Bau-Bau yang disaksikan oleh semua komponen masyarakat. Dan seterusnya akan dilakukan oleh masyarakat, instansi pemerintah, termasuk sekolah-sekolah di Bau-Bau. Walikota Bau-Bau mengajak semua komponen agar prilaku menanam menjadi salah satu sifat budaya bangsa dengan melihat realitas lingkungan hutan yang makin kritis. Tentu dibalik gagasan nasional ini Bau-Bau diharapkan menjadi kota hijau bermakna, bernuansa ektetika serta berjuta makna lainya. 1 Desember 2008 pencanangan perempuan menanam. Gagasan ini akan diawali di Pulau Makasar oleh Ibu Walikota Bau-Bau. Bekerjasama dengan Dinas Pertanian Bau-Bau, bibit pohon yang akan ditanam disana antara lain sukun dan jeruk. Penghijauan lingkungan ini mengandung multi manfaat termasuk pemenuhan apotek hidup rumah tangga masyarakat jika itu pekarangan rumah dimanfaatkan sebaik-baiknya.

     Kepedulian lingkungan ini Insya Allah Bau-Bau “ Bisa “. Dan pikiran arif Walikota Bau-Bau ialah menyiapkan pembangunan Bau-Bau limah puluh tahun yang akan datang. Tentu bisa dibayangkan jika kita mengambil peristiwa hari ini di Bau-Bau maka bagaimana Bau-Bau selanjutnya ?
Kesadaran pembangunan yang berkelanjutan ini akan berimplikasi pada kesejahteraan bangsa dan Bau-Bau yang modren dan tanggung jawab anak cucu bangsa sesudah kita hari ini.  (**)

Berita Lainnya